Ketika berbicara mengenai "kammiah" (genus kuantitatif), Syekh Rakhawi mengutip beberapa pendapat berikut argumentasinya dari dua filosof besar Yunani, yaitu Aristo dan Plato. Menariknya beliau tidak sekedar menampilkan apa saja ide yang disampaikan kedua filosof itu. Beliau juga menekankan bagaimana corak filsafat keduanya. Dalam hal ini, Aristo beserta para pengikutnya (para filosof paripatetik) oleh Al Rakhawi disebut sebagai para pemikir yang menghasilkan ilmu dengan menggunakan nalar-argumentatif ( al massyain fi al 'ilmi bi al sa'yi al dzahir). Sedangkan Plato dalam aliran filsafatnya digolongkan kepada al Hukama al Isroqy, yakni para filosof yang mendapatkan ilmu pengetahuan dengan pencerahan batin yang digapai dengan jalur riyadloh. Dengan mengikuti pendapat tersebut, bisa disimpulkan pula secara sederhana bahwa aliran filsafat Aristo adalah aliran akal budi, dan aliran filsafat Plato adalah aliran pencerahan hati. Berarti pada keduanya terdapat perbedaan yan...